Membongkar perspektif sama sulitnya dengan mengukir sejarah dari perspektif perempuan. Ini karena sudah bertahun-tahun lamanya dominasi cara berpikir maskulin bukan saja bersemayam di dalam perspektif manusianya tetapi juga knowledge product mereka. Tulisan salah satunya. Kekuatan oral perempuan masih dominan dibandingkan tradisi menulis. Menulis, esensinya adalah mendiskripsikan rasa, pengetahuan dan perpektif perempuan dalam sebuah bentuk dokumen tertulis yang bisa menyimpan dalam kurun waktu yang lebih lama. Pengalaman ini kemudian menjadi pengetahuan baru yang bisa menginspirasi perempuan lain. Kekuatan tulisan perempuan ada pada pengalaman diri sendiri dan tingkat kesadaran kritis yang ditunjukkan oleh kemampuan berefleksi dalam konteks sosial politik dimana dia berada.