Showing posts with label Network. Show all posts
Showing posts with label Network. Show all posts

Thursday, July 10, 2014

Silaturahmi Media, Upaya Mencipta Ruang Kontestasi

Media adalah partner strategis untuk mewacanakan isu. Olehkarenanya bertemu secara personal dan berdialog secara dekat dengan pekerja media akan memperkuat tali silaturahmi sekaligus memperkuat keberpihakan pada 10 Agenda Politik Perempuan. 

Untuk memperkuat perspektif pekerja media dalam mendorongkan 10 Agenda Politik Perempuan, maka media briefing diselenggarakan pada tanggal 6 Maret 2014 di Warung Daun Cikini Jakpus oleh Migran CARE yang dihadiri oleh The Jakarta Post, Aliansi Jurnalis Indonesia, Kompas TV, Harian Kompas, Harian dan Koran Tempo dan Majalah Gatra. 

Lima perwakilan Indonesia Beragam diantaranya Anis Hidayat (Migran CARE), Misiyah (Kapal Perempuan) dan Dian Kartikasari (KPI), Nani Zulminarni (PEKKA), dan Puspa Dewi (Solidaritas Perempuan) memberikan penekanan pada pentingnya memainstreamkan 10 Agenda Politik Perempuan yang digagas oleh Indonesia Beragam pada calon legislative baik perempuan dan tidak. Ada 7 media online yang memuat Media Briefing Indonesia Beragam diantaranya adalah Hukum Online, The Jakarta Post, VoA (Voice of America) Indonesia, Kabar3, BeritaSatu.com, Prosalina.FM dan Weeklyline.net. Yang secara lengkap linknya bisa dilihat di Lampiran.

Contact

Chief of Indonesia Beragam:
Born and raised in Indonesia, Dwi Rubiyanti Kholifah joined the Asian Muslim Action Network (AMAN) as coordinator of the research fellowship program since 2005. She went on to earn an MA in Health and Social Science at Mahidol University in Thailand, for which she researched on the dynamics of sexual health in the pesantren (pondok) in Indonesia. She has been active in the women’s movement in Indonesia for years as a trainer, resource person and researcher on women’s human rights, religion and gender justice, and sexual and reproductive health. Currently, she is the country representative of AMAN Indonesia, which is concerned with women in relation to peace building and inter-faith cooperation. With AMAN Indonesia, she has been initiating women school for peaces in the community to mediate dialogue among inter faiths women in Poso, as well as to create a space of expression for women to share their feeling and perspective on multiculturalism, pluralism and tolerance in confronting fundamentalism in Indonesia. She believes that by increasing women self confidence, expanding their social networking, they can play important role in promoting peace.

Contact of Indonesia Beragam:
1.   Dwi Rubiyanti Kholifah , AMAN Indonesia, Kontak: dwiruby@amanindonesia.org,  081289448741,@Rubykholifah
2.   Anis Hidayah, MigrantCARE, Kontak: anis@migrantcare.net, 081578722874, @anishidayah
3.   Missiyah, Insitute Kapal Perempuan, Kontak: missi@kapalperempuan.org, 08111492264
4.   Dian Kartikasari, Koalisi Perempuan Indonesia, Kontak: dian@koalisiperempuan.or.id, 0816759865


Sunday, July 6, 2014

Tentang

Kerinduan akan gerakan kolektif perubahan semakin tak terbendung. Berawal dari perbincangan kecil di kantor Koalisi Perempuan Indonesia pada tanggal 4 January 2014 tentang pentingnya gerakan perempuan merespon agenda politik Pemilu untuk Indonesia yang lebih baik. KAPAL Perempuan, Migrant CARE, Kalyanamitra, Solidaritas Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia dan The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia akhirnya bersepakat mengusung 10 Agenda Politik Perempuan dalam pesta demokrasi pada Pemilu 2014.

Indonesia Beragam disepakati sebagai nama kolektif pergerakan ini. Kata Beragam mengandung makna Berdaulat, Bersih, Sejahtera, Adil Gender, Bergerak dan Majemuk, tetapi juga merepresentasikan sebuah kondisi bangsa yang mengalami krisis  keberagaman dimana berbeda karena agama, keyakinan, gender, etnik, dalam konteks sosial politik bisa menimbulkan ketegangan.

Sebagai sebuah Gerakan kolektif, Indonesia Beragam bercita-cita membangun peradaban Indonesia yang bersih dari korupsi, bebas dari kemiskinan, bebas dari segala bentuk kekerasan dan rasa takut untuk mencapai keadilan dan kedaulatan bagi rakyat miskin, perempuan dan kelompok marginal, Indonesia Beragam mengundang organisasi perempuan di seluruh wilayah Indonesia untuk bergabung dan menyamakan langkah untuk mengusung 10 Agenda Politik Perempuan untuk Indonesia Baru 2014-2019. 

Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai oleh Indonesia Beragam, yaitu:


1. Mendesakkan agenda politik gerakan perempuan dan kelompok kelompok marjinal melalui kertas posisi kepada calon legislatif dan pemerintahan baru agar memenuhi hak-hak perempuan dan kelompok marginal tanpa diskriminasi.


2. Melakukan penyadaran publik agar masyarakat memahami dan memberikan dukungan terhadap upaya pemenuhan hak-hak perempuan dan kelompok-kelompok marjinal yang didesakkan melalui 10 agenda politik perempuan kepada pemerintahan baru.

3. Memperkuat konsolidasi gerakan perempuan di Indonesia untuk mengembangkan isu dan strategi yang strategis dalam mendesakkan dan memantau pemenuhan hak-hak perempuan dan kelompok-kelompok marjinal oleh pemerintah.


Saturday, July 5, 2014

Jaringan

Indonesia Beragam adalah sebuah koalisi 141 organisasi perempuan yang berkomitmen mengawal Pemerintah Baru Indonesia untuk merespon 10 Agenda Politik Perempuan, mereka adalah:

1. Aisyiah Jatim,
2. Aisyiah Pusat,
3. Aisyiah Sulsel,
4. AMAN Indonesia
5. Asosiasi LBH APIK Indonesia
6. ASPPUK
7. Balai Syura Aceh,
8. Fahmina,
9. FAMM_Indonesia
10. Federasi Beudoh Besare Aceh
11. Federasi Serikat Pekka Aceh
12. Federasi Serikat Pekka Sulawesi Tenggara
13. Federasi Serikat Pekka Sumatra Utara
14. Federasi Serikat Pekka Sulawesi Utara
15. Federasi Serikat Pekka Nusa Tenggara Barat
16. Federasi Serikat Pekka Nusa Tenggara Timur
17. Federasi Serikat Pekka Sumatra Barat
18. Federasi Serikat Pekka Sumatra Selatan
19. Federasi Serikat Pekka Jawa Barat
20. Federasi Serikat Pekka Jawa Tengah
21. Federasi Serikat Pekka Jawa Timur
22. Federasi Serikat Pekka DI Yogyakarta

Agenda Perubahan

PEMILU sebagai proses demokrasi lima tahunan sejatinya memiliki makna penting bagi perjuangan seluruh elemen bangsa, termasuk bagi perempuan. Di tengah euforia pragmatisme politik yang selama ini menguat dan mendapatkan panggung besar dalam pesta demokrasi tersebut, demokrasi yang substansial menjadi kebutuhan yang harus didesakkan. Berbagai organisasi masyarakat sipil mengambil inisiatif-inisiatif sebagai bentuk quality control untuk mendorong agar Pemilu menghasilkan pemimpin-pemimpin baik legilatif maupun 
eksekutif yang memiliki visi keberpihakan kepada rakyat, seperti Gerakan Caleg Bersih, Gerakan Tolak Politik Uang dan Pantau Pemilu. 

Menyikapi penyelenggarakan ritual politik 5 tahunan, Pemilihan Umum (Pemilu), gerakan perempuan telah berkontribusi mendorong peningkatan kualitas demokrasi, melalui jaminan keterwakilan sekurang kurangnya 30 % dalam politik representasi. Namun keterwakilan 30% perempuan dalam politik representasi saja, tidaklah cukup untuk membebaskan perempuan dan kelompok terpinggirkan lainnya dari kungkungan kemiskinan dan ketertindasan di Indonesia. Dibutuhkan suatu agenda untuk menyelesaikan masalah-masalah utama bangsa, terutama yang sangat dirasakan oleh perempuan dan kelompok miskin dan marjinal.